Prediksi Pariwisata Indonesia Tahun 2021

Prediksi Pariwisata Indonesia Tahun 2021
Prediksi Pariwisata Indonesia Tahun 2021

Tahun 2020 seperti lembaran hitam dalam pembukuan industri pariwisata. Tidak hanya untuk Indonesia, tapi untuk seluruh dunia. Virus corona meluluhlantakkan hampir semua sendi kehidupan, termasuk industri pariwisata. Sampai Oktober 2020, setidaknya 43 maskapai penerbangan tercatat bangkrut karena harus menghentikan operasional mereka. Bagaimana tidak? Virus corona memaksa kita untuk tinggal di rumah. Berlibur, apalagi ke luar negeri, jadi semacam bucket list yang tak kunjung tercentang di tahun 2020.

Jangan terlalu bergayut pada masa lalu, begitu kata orang bijak. Lebih baik bersiap untuk masa yang akan datang.

Tahun 2021 ini, meski vaksin sudah ditemukan, tidak semudah menjentikkan jari untuk membalikkan kondisi pariwisata yang sudah carut marut ini. Adalah bijak jika kita kembali meninjau segala rencana, dan menyesuaikannya agar kita tidak terjebak pada situasi yang tidak menentu. Ibarat naik kapal yang sudah oleng menuju karam, mungkin bagus juga jika kita melemparkan sekoci, menyelamatkan diri ke pulau terdekat, menanam umbi, dan bertahan hidup hingga kita bisa mengumpulkan modal kembali untuk membeli kapal baru.

Terlalu ekstrimkah perumpamaan yang saya berikan di atas?

Mari kita simak berbagai data yang terkumpul hingga tulisan ini ditulis di hari pertama di tahun 2021.

Prediksi pariwisata Indonesia tahun 2021

Vaksin adalah angin sejuk bagi industri pariwisata

Ditemukannya vaksin coronavirus, memberi harapan bagi industri pariwisata. Kabar gembira ini diharap menjadi pendorong tumbuhnya kepercayaan diri masyarakat untuk kembali berwisata. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah memastikan bahwa vaksin akan tersedia gratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Tentu, kita harus menunggu beberapa waktu untuk melihat dampak dari vaksinasi massal.

DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Budijanto Ardiansjah mengatakan, “Vaksin hadir supaya ada confidence untuk masyarakat dan pelaku usaha. Namun, sekiranya mungkin perlu sekitar 3-4 bulan setelah vaksin, karena kondisi tidak bisa kembali langsung normal,” kata Budijanto.

Tamu domestik masih jadi harapan bagi pariwisata Indonesia

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Harisusanto Sungkari dalam acara MarkPlus Conference 2021, pada 10 Desember 2020 mengatakan, “Sebelum pandemi Covid-19, jumlah wisatawan Nusantara tahun 2020 diprediksi 310 juta, namun karena pandemi jadi hanya sekitar 120 sampai 140 juta. Namun di 2021 diprediksi akan naik lagi menjadi 190 juta.” (Sumber: Liputan6.com)

Kondisi pandemi yang membuat gerak wisatawan terbatas, memaksa orang-orang untuk memilih daerah wisata yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Staycation alias berlibur di hotel/di kota sendiri, menjadi trend yang terus naik.

Wisatawan mancanegara diprediksi baru kembali di tahun 2022

Sementara Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina memprediksi, jumlah wisatawan akan kembali normal di 2022, bukan tahun 2021. Terutama untuk wisatawan mancanegara. Meski diharapkan wisatawan mancanegara berangsur mengunjungi Indonesia mulai tahun ini, kita harus realistis dan berbesar hati menerima jika wisatawan mancanegara baru kembali normal di tahun 2024.

Prioritas baru para wisatawan

Survei yang diadakan oleh WEGO di pertengahan tahun 2020, menggambarkan prioritas yang dipilih oleh para wisatawan bergeser. Jika dulu para pejalan memprioritaskan biaya, keamanan, dan kenyamanan, kini aspek kebersihan, pembatasan jarak sosial (physical distancing), serta penerapan protokol kesehatan di ruang publik menjadi perhatian utama. (Sumber: Wego Indonesia)

Menteri baru, harapan baru

Penunjukan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S. Uno menggantikan Wishnutama, mengejutkan banyak pihak. Terlepas dari apa yang sudah dilakukan oleh Wishnutama (dan apa yang banyak tidak ia lakukan), sepatutnya kita menyambut gembira keputusan Presiden Joko Widodo ini. Menyadari keganasan COVID-19, Sandi menyebutkan target terdekat yang dilakukan pihaknya di tengah pandemi Covid-19 adalah memastikan tempat-tempat wisata menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Belum ada target muluk-muluk tentang prediksi pariwisata Indonesia tahun ini, target jumlah wisatawan dan sebagainya. Meskipun demikian, Sandi berkata telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk kembali membuat industri pariwisata bergeliat, terutama untuk menggairahkan wisatawan lokal yang disebutnya sebagai tumpuan utama saat ini.

*****

Tahun 2020 benar-benar memberikan pil pahit bagi para pelaku industri pariwisata. Baik yang merupakan pelaku utama, maupun pelaku industri pendukung, seperti pemasok sayur mayur, industri kerajinan, transportasi, dan banyak lagi.

Tahun 2021 ini, jika Anda merupakan pemilik travel agent, atau berminat membuka usaha seputar pariwisata, sebaiknya perhatikan poin-poin prediksi pariwisata Indonesia yang saya bagikan di atas. Segala langkah harus diatur dengan cermat. Target wisatawan Anda harus dipikirkan dengan seksama. Dan di atas semuanya, pastikan Anda dan tim Anda sudah memahami pentingnya protokol kesehatan demi keselamatan Anda sendiri dan juga tamu-tamu yang Anda layani.

Jangan patah semangat! Terus mencari celah yang bisa digarap, dan tidak perlu tergesa-gesa atau grasa-grusu. Tidak perlu berkecil hati, tapi juga jangan terlena dengan berbagai janji.

Salam sehat dan tahun ini, sering-sering berkunjung ke blog BTA ini ya, karena saya akan semakin sering melakukan update!

Tinggalkan Balasan