Model Website Terbaik Untuk Travel Agent

Kita sepakat, memiliki website sudah menjadi satu keharusan jika Anda ingin usaha travel agent Anda tidak ketinggalan jaman. Yang hendak kita bahas kali ini adalah seperti apa website terbaik untuk travel agent Anda? Untuk membangun website seperti OTA punya atau travel portal, butuh dana ratusan juta – itu hanya biaya pembuatannya saja, belum termasuk biaya lain-lain.

Dari pengamatan saya, ada 3 model yang bisa Anda pilih untuk website travel agent Anda. Model pilihan Anda bisa dikomunikasikan dengan programmer atau web development company yang Anda tunjuk untuk pengerjaannya.

3 model website terbaik untuk travel agent

  1. Whitelabel website
    Whitelabel ini kalau di dunia nyata, Anda beli gula dari distributor, lalu sebelum Anda jual ke pelanggan, Anda tempel stiker brand Anda sendiri sehingga pelanggan tahunya merek gula itu merek Anda, bukan merek distributor. Demikian juga di dunia per-website-an. Anda bisa bekerja sama dengan provider yang menyediakan whitelabel website ini, misalnya MMBC yang menawarkan paket untuk website autopilot dengan cara kerja seperti Traveloka. Atau coba tengok Online Travel by Destinia.

  2. Gunakan booking engine dari 3rd party
    Berbeda dengan whitelabel website di mana Anda hanya perlu mengubah brand alias menempelkan logo dan identitas perusahaan Anda, untuk opsi kedua ini masih perlu sedikit kerja dari Anda. Anda bisa menyiapkan website Anda sendiri dan “menempelkan” booking engine seperti dari Rezdy (untuk tour & travel). Atau bisa coba booking engine dari HybridBooking.

  3. Bangun website baik dengan CMS seperti WordPress maupun CMS sendiri
    Jika Anda merasa model bisnis Anda kurang klop dengan booking engine atau whitelabel service yang ada di pasar, Anda bisa membangun website Anda sendiri. Alternatif paling mudah dan murah adalah dengan menggunakan WordPress. Jika Anda ingin website WordPress Anda lebih powerful, sekarang banyak plugin booking engine yang tersedia yang bisa Anda gunakan.

Apapun model website yang Anda pilih, yang terpenting adalah bagaimana Anda memasarkannya. Sebagus apapun sistem yang Anda gunakan, jika tidak ada traffic atau pengunjung yang datang ke website Anda, itu percuma jadinya.

Anda bisa googling untuk mencari provider yang menawarkan layanan yang Anda butuhkan, selain beberapa nama yang saya sebut di atas.

Dan jika Anda memutuskan untuk membuat website Anda sendiri menggunakan WordPress (atau website builder yang lain), Anda perlu menyimak apa saja yang perlu Anda hadirkan di website untuk menunjang usaha travel agent Anda.

Saat Anda menentukan untuk membuat website Anda sendiri (atau menggunakan jasa web developer), sudah pasti Anda tahu produk utama apa yang akan Anda jual.

Ini penting karena menyangkut desain dan juga fitur apa saja yang perlu Anda sediakan.

Anda yang berjualan paket open trip, pasti memiliki tampilan website yang berbeda jika Anda ingin menjual khusus paket honeymoon.

Anda harus bisa membuat pengunjung website Anda merasa nyaman, dan menemukan semua informasi yang mereka inginkan atau mereka butuhkan di website Anda.

Konten yang harus ada di website Anda

Terlepas dari produk dan model bisnis yang Anda pilih, website travel agent semestinya memiliki:

  • Foto yang keren dan berkualitas
  • Video, jika Anda punya video tentang objek wisata tertentu
  • Konten berisi informasi tentang destinasi unggulan, beserta tempat-tempat wisata penting
  • Rekomendasi hotel pilihan (jika Anda tidak memiliki kontrak dengan Hotel, Anda bisa menjadi affiliate dari OTA seperti Booking atau Agoda)
  • Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di destinasi
  • Panduan wisata seputar budaya, adat setempat, termasuk museum dan atraksi kultural lainnya
  • Tips yang diperlukan saat perjalanan, misalnya Anda menjual paket outbound, Anda bisa membuat halaman khusus untuk tips perjalanan saat winter di Rusia
  • Peta destinasi dengan menunjukkan titik-titik penting seperti bandara, pelabuhan atau lainnya
  • Informasi seputar bandara dan imigrasi
  • Booking form alias formulir pemesanan (lebih bagus jika Anda menggunakan booking engine sehingga bisa menyediakan instant confirmation)
  • Profil perusahaan yang meyakinkan bahwa pengguna aman menggunakan jasa Anda karena perusahaan Anda bukan yang kaleng-kaleng

Tentu saja semua hal di atas disesuaikan lagi dengan produk dan model bisnis Anda. Tidak perlu semuanya harus ada, poin pentingnya adalah website Anda harus mengandung konten yang bermanfaat bagi pengunjung website.

Persiapan sebelum membangun website

Kecuali Anda mempunyai kemampuan untuk membuat website, atau punya tim sendiri, saya sarankan untuk lebih baik menggunakan jasa web developer. Banyak yang tersedia, mulai dari yang murah dan murahan, yang murah berkualitas (jarang sekali), hingga yang mahal dan berkualitas.

Di awal project, Anda baiknya berkomunikasi dengan tim web developer Anda untuk menyiapkan hal-hal seperti berikut:

  1. Domain
    Domain adalah alamat website Anda agar bisa ditemukan oleh pengguna lainnya di jagad internet ini. Misalnya seperti blog ini, domainnya adalah: bisnistravelagent.com. Disarankan untuk menggunakan extension atau akhiran .com, namun kini Anda bisa juga memiliki domain dengan akhiran .id (syaratnya hanya melampirkan KTP Indonesia).

    Web developer Anda akan membantu mengecek apakah domain yang Anda inginkan masih tersedia, atau Anda bisa cek sendiri dengan memasukkan nama domain di halaman Niagahoster ini.

  2. Hosting
    Kalau domain adalah alamat rumah Anda di internet atau alamat website, hosting bisa diibaratkan lahan yang Anda tempati. Meskipun punya domain, tapi kalau belum punya lahan, artinya alamat Anda hanya ada di awang-awang dan tidak bisa diakses oleh pengunjung, karena membangun rumah atau website-nya pun belum. Hosting di Indonesia yang saya rekomendasikan adalah Niagahoster, karena memiliki berbagai paket yang terjangkau, dan layanan pelanggan yang cepat dan membantu.

    Ada beberapa web developer yang memasukkan biaya hosting ke dalam jasa mereka, namun ada juga yang tidak. Anda harus pastikan dulu pada web developer Anda, apakah Anda perlu membayar biaya lagi untuk hosting.

  3. SSL Certificate
    Sekarang, SSL Certificate menjadi salah satu parameter yang digunakan Google dalam menentukan peringkat atau ranking website Anda di Google Search. Apa itu SSL? SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer, dan sertifikat SSL menandakan website Anda sudah secure alias aman. Artinya, lalu lintas informasi antara pengunjung website dan server Anda, tidak bisa ditembus oleh pihak-pihak yang berniat jahat.

    Website dengan SSL Certificate ditandakan dengan ikon gembok di baris halaman di browser Anda. Kalau dilihat, alamat website tersebut menjadi https:// (artinya secure) dibanding dengan http:// (artinya non-secure alias tidak aman).

  4. Perjanjian kerja sama
    Anda perlu memastikan pada web developer, bagaimana bentuk kerja sama dan apa yang akan terjadi seandainya Anda tidak memperpanjang kontrak. Salah satu klien saya tidak mengecek secara teliti perjanjian kerja sama mereka. Ternyata, jika kerjas ama tidak diperpanjang, hanya domain yang akan menjadi hak klien saya. Sedangkan desain dilarang untuk terus digunakan oleh klien. Dengan kata lain, klien saya harus membangun ulang website dia dari awal.

    Anda perlu mengecek secara teliti setiap klausul perjanjian kerja sama sebelum Anda menandatanganinya.

  5. CMS
    CMS adalah Content Management System. Simak artikel ini untuk mendapatkan penjelasan lengkap tentang CMS. Anda perlu mencari tahu apakah CMS yang digunakan oleh web developer Anda. Ada kalanya mereka menggunakan WordPress, ada kalanya mereka membangun sendiri CMS mereka. Anda perlu belajar menggunakan CMS agar setelah website live, Anda bisa mengupdate sendiri konten website Anda.

  6. Desain yang responsive
    Anda perlu menegaskan pada tim web developer bahwa website Anda harus memiliki desain yang responsive. Saat tim web developer melakukan demo, Anda bisa mengecek bagaimana tampilan website jika dibuka dari handphone, atau dari tablet. Pastikan juga untuk mengetes tampilan di berbagai browser, misalnya Chrome, Internet Explorer, dan Firefox.

    Desain yang responsive akan membuat website Anda tetap tampil prima di setiap perangkat yang berbeda ukuran layarnya.

Tentunya tidak hanya 6 poin di atas yang akan Anda temui ketika hendak membangun website, baik dengan tim Anda sendiri, atau bekerja sama dengan web developer lain. Pastikan setiap pertanyaan Anda terjawab oleh web developer, agar tidak ada salah paham yang terjadi kelak.

Semua yang saya bagikan di sini adalah panduan agar Anda tidak hanya sekedar memiliki website. Membuat website itu mudah, tapi memelihara dan membuatnya selalu up-to-date itu butuh usaha keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *