Memahami Berbagai Jenis Pariwisata – Terupdate 2020

Sebenarnya, apa sih pariwisata itu? Sebagai pebisnis travel agent, Anda harus memahami definisi pariwisata dan serba-serbinya seperti jenis pariwisata apa saja yang tersedia. Saya mencoba merangkum berbagai definisi dari berbagai sumber, disesuaikan dengan kondisi terkini.

Dalam buku Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata yang ditulis oleh I Ketut Suwena dan I Gusti Ngurah Widyatmaja, tercantum 12 definisi tentang pariwisata menurut para ahli.

Dari berbagai pengertian tentang pariwisata tersebut, terdapat kesamaan faktor-faktor penting yaitu:

  1. Pariwisata terjadi karena adanya aktivitas perjalanan
  2. Perjalanan dilakukan dari suatu tempat ke tempat lain
  3. Orang yang melakukan perjalanan tersebut tidak mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya

Ada 1 faktor lagi menurut penulis buku tersebut, yaitu “Perjalanan itu harus selalu dikaitkan dengan tamasya dan rekreasi”. Menurut penulis, saat ini banyak perjalanan bisnis maupun untuk keperluan medis, yang tidak harus terkait dengan tamasya dan rekreasi, tapi masih tercakup dalam pariwisata, terlihat dari naiknya volume business tourism.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan cukup jelas menjabarkan berbagai istilah sebagai berikut:

  1. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
  2. Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.
  3. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah.
  4. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha.
  5. Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
  6. Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.
  7. Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata.
  8. Pengusaha Pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
  9. Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.
  10. Kawasan Strategis Pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan
    keamanan.

Selengkapnya bisa diunduh dari situs Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Berlandaskan pengertian di atas, kita bisa membuat pemetaan jenis-jenis kegiatan pariwisata (atau singkatnya disebut sebagai pariwisata saja) berdasarkan berbagai parameter.

Wisatawan di airport
Wisatawan di bandara

Jenis pariwisata berdasarkan bermacam parameter

Pergerakan (movement)

Menurut pergerakan atau movement wisatawan, selaras dengan penjabaran dari UNWTO, pada dasarnya ada 3 macam kegiatan pariwisata pariwisata yaitu:

  1. Domestik
    Pariwisata domestik mempunyai ruang lingkup dalam 1 negara. Jadi, wisatawan untuk jenis pariwisata ini adalah juga warga negara/penduduk tetap negara tersebut. Wisatawan domestik di Indonesia biasa disebut dengan wisatawan nusantara (wisnus).
  2. Inbound
    Pariwisata inbound ditandai dengan masuknya wisatawan asing ke suatu negara tertentu.
  3. Outbound
    Pariwisata outbound adalah lawan dari inbound. Dalam pariwisata outbound, warga negara bepergian ke luar negeri atau ke negara lain.

Pariwisata inbound dan outbound, karena melibatkan lebih dari 1 negara, sering dikelompokkan sebagai “pariwisata internasional”.

Cakupan geografis

Menurut cakupan geografis di mana kegiatan pariwisata berlangsung, ada 3 macam pariwisata yaitu:

  1. Pariwisata lokal
    Pariwisata lokal adalah jenis kepariwisataan dengan ruang lingkup sempit dan terbatas pada tempat tertentu, misalnya kepariwisataan Kota Denpasar, kepariwisataan Kota Jakarta, dan seterusnya.
  2. Pariwisata regional
    Pariwisata regional adalah jenis kepariwisataan yang mencakup wilayah tertentu yang lebih luas dari pariwisata lokal. Misalnya: pariwisata Bali, pariwisata Yogyakarta, dan lain-lain.
  3. Pariwisata nasional
    Pariwisata nasional adalah jenis kepariwisataan yang mencakup wilayah satu negara. Misalnya: kepariwisataan Indonesia.
  4. Pariwisata regional-internasional
    Pariwisata regional-internasional adalah jenis kepariwisataan yang berkembang di wilayah internasional, melibatkan lebih dari 1 negara, namun terbatas ruang lingkupnya. Misalnya: kepariwisataan ASEAN.
  5. Pariwisata internasional
    Pariwisata internasional adalah jenis kepariwisataan yang meliputi banyak negara di dunia, hampir tanpa batas.

Alasan/tujuan perjalanan

Menurut alasan/tujuan perjalanan, ada berbagai macam pariwisata yaitu:

  1. Business tourism
    Yaitu jenis pariwisata di mana pelancong bertujuan untuk keperluan bisnis, dagang, atau untuk tujuan dinas seperti kongres, seminar dan lain-lain.
  2. Vacational tourism
    Yaitu jenis pariwisata yang melibatkan para wisatawan yang murni ingin berlibur, bersenang-senang, cuti dan lain-lain.
  3. Educational tourism
    Yaitu jenis pariwisata yang melibatkan wisatawan yang ingin belajar atau mempelajari suatu bidang ilmu pengetahuan. Darmawisata (study tour) adalah salah satu contoh educational tourism.
  4. Familiarization tourism
    Yaitu jenis pariwisata di mana para partisipan bertujuan mengenal lebih lanjut suatu daerah atau bidang yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Istilah yang populer di kalangan travel agent adalah fam trip, yaitu perjalanan mengunjungi partner seperti hotel, aktivititas pariwisata, dan destinasi dengan tujuan mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang partner maupun destinasi.
  5. Scientific tourism
    Yaitu perjalanan pariwisata dengan tujuan pokok memperoleh pengetahuan, atau melakukan penyelidikan terhadap bidang ilmu pengetahuan tertentu.
  6. Special mission tourism
    Yaitu perjalanan wisata yang dilakukan dengan misi khusus, misalnya misi kesenian, misi olahraga, dan sejenisnya.
  7. Religion tourism
    Yaitu perjalanan wisata yang bertujuan menjalankan satu ritual agama yang dianut pelancong, misalnya ibadah haji/umroh bagi muslim, ziarah ke Vatikan bagi umat Katolik, dan lain-lain.
  8. Medical/recuperational tourism
    Yaitu jenis pariwisata seputar medis atau upaya penyembuhan satu penyakit, misalnya perjalanan ke rumah sakit di Penang, mandi di sumber air panas, mandi lumpur, atau mengunjungi healer.
  9. Wildlife tourism
    Yaitu kegiatan wisata yang melibatkan alam liar seperti hunting (berburu), fishing (memancing), diving (menyelam), atau rock climbing.
  10. Social tourism
    Yaitu jenis pariwisata di mana penyelenggaraannya tidak berorientasi pada profit. Misalnya volunteer tourism, di mana para volunteer menyumbangkan waktu untuk mengajar anak-anak di desa yang dikunjunginya.

Ada yang membedakan pariwisata berdasar objek wisata yang dikunjungi, yang menurut saya jadi rancu dengan pembedaan berdasar alasan/tujuan perjalanan. Religion tourism, misalnya, dikategorikan berdasar objek wisata, atau berdasar tujuan perjalananannya? Jadi, di tulisan ini saya hanya menampilkan 1 pembedaan yaitu berdasar alasan/tujuan wisatawan.

Waktu operasional

Menurut saat atau waktu operasional, pariwisata dibedakan menjadi:

  1. Seasonal tourism
    Seasonal tourism berlangsung pada musim tertentu, misalnya summer tourism dan winter tourism.
  2. Occasional tourism
    Occasional tourism berlangsung pada waktu tertentu, berkaitan dengan kejadian atau even tertentu. Misalnya Sekaton di Yogyakarta, Nyepi di Bali, Jakarta Great Sale di Jakarta.
  3. All season tourism
    All season tourism adalah pariwisata yang tidak terbatasi oleh waktu, alias bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

Jumlah pelancong

Menurut jumlah pelancong atau orang yang melakukan perjalanan, pariwisata bisa dibedakan menjadi:

  1. Individual tourism
    Yaitu pariwisata yang mencakup wisatawan yang melakukan perjalanan sendirian, bersama teman atau keluarga namun tidak dalam jumlah besar.
  2. Group tourism
    Yaitu pariwisata yang mencakup wisatawan dalam jumlah banyak orang yang tergabung dalam satu rombongan.

Ada lagi yang menambahkan kategori Family Group Tourism, yaitu perjalanan wisata yang dilakukan oleh serombongan keluarga yang masih mempunyai hubungan kekerabatan satu sama lain.

Namun pada hemat saya, pengkategorian menjadi individual dan group tourism saja sudah cukup.

Moda transportasi

Menurut moda transportasi yang digunakan, pariwisata bisa dibedakan menjadi:

  1. Land tourism
    Land tourism adalah jenis pariwisata yang dalam kegiatannya menggunakan transportasi darat, seperti bus, taksi, kereta api.
  2. Sea tourism
    Sea tourism adalah jenis pariwisata yang dalam kegiatannya menggunakan angkutan laut untuk mengunjungi suatu daerah tujuan wisata.
  3. Air tourism
    Air tourism adalah jenis pariwisata yang menggunakan angkutan udara dari dan ke daerah tujuan wisata.

Umur wisatawan

Menurut umur para wisatawan, pariwisata bisa dibedakan menjadi:

  1. Youth tourism
    Youth tourism memiliki peserta anak muda/remaja.
  2. Adult tourism
    Adult tourism memiliki peserta orang-orang yang berusia lanjut.
  3. Ageless tourism
    Ageless tourism bisa diikuti oleh peserta berbagai usia.

Jenis kelamin

Menurut jenis kelamin para wisatawan, pariwisata bisa dibedakan menjadi:

  1. Masculine tourism
    Ini adalah jenis pariwisata yang hanya diikuti oleh kaum pria.
  2. Feminine tourism
    Ini adalah jenis pariwisata yang hanya diikuti oleh kaum perempuan.
  3. Genderless tourism
    Ini adalah jenis pariwisata yang bisa diikuti oleh pria maupun perempuan.

Buku-buku pariwisata lama mencontohkan safari, hunting, adventure untuk masculine tourism, dan demonstrasi memasak untuk feminine tourism.

Pada praktiknya, sekarang ini hampir semua kegiatan yang dicontohkan di atas (safari, hunting, adventure, demo masak) bisa diikuti baik oleh peserta pria dan wanita.

Harga/biaya

Menurut harga/biaya yang harus dikeluarkan para pelancong, pariwisata bisa dibedakan menjadi:

  1. Luxury tourism
    Luxury atau deluxe tourism adalah kegiatan pariwisata yang menggunakan fasilitas mewah, baik untuk moda transportasi, akomodasi maupun atraksi wisata.
  2. Middle class tourism
    Middle class tourism adalah kegiatan pariwisata dengan harga yang tidak terlalu mahal, namun juga tidak jelek pelayanannya.
  3. Budget tourism
    Budget tourism adalah kegiatan pariwisata yang diperuntukkan bagi mereka yang mencari harga semurah mungkin untuk fasilitas yang digunakan dalam perjalanan.

Sesuai dengan perkembangan jaman, pembedaan di atas bisa jadi berubah atau tidak lagi relevan. Kalau kita intip Wikipedia, ada 79 halaman yang berkaitan dengan types of tourism.

Wow banget ‘kan? Sebegitu banyaknya jenis pariwisata yang bisa Anda olah sebagai pengusaha travel agent. Anda bisa berfokus pada satu jenis saja, untuk menjadikan travel agent Anda fokus pada satu niche.

Belakangan, di masa pandemi COVID-19, istilah virtual tourism pun naik daun. Jenis pariwisata apa lagi nih? Makdarit, simak terus BisnisTravelAgent.com untuk cari tahu informasi terbaru dan terlengkap seputar pariwisata, dan juga seputar bisnis travel agent.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *