Mantapkan Penggunaan Media Sosial Untuk Bisnis Travel Agent Anda!

Tahun 2020 ini, semakin banyak orang menghabiskan waktu untuk beraktivitas di media sosial. Karena itu, tak heran jika banyak perusahaan yang menggunakan media sosial untuk bisnis mereka. Termasuk travel agent!

Media sosial adalah alat perang Anda untuk melawan dominasi online travel agent (OTA).

Sangat direkomendasikan kehadiran travel agent Anda di media sosial, karena platform ini sifatnya lebih cair dan sosial (namanya juga media sosial!). Anda bisa menjalin koneksi dengan para pengguna secara casual. Berawal dari follower, berakhir sebagai pelanggan. Itu adalah impian setiap orang yang menggunakan media sosial untuk bisnis mereka.

Cara menggunakan media sosial secara efektif sebagai travel agent

Sebagai travel agent, Anda harus menyadari terlebih dulu tujuan Anda bermedia sosial. Tidak hanya untuk eksis di pasaran dan terkenal, namun tentunya Anda ingin meningkatkan omset perusahaan. Untuk itu, Anda bisa mengambil langkah-langkah di bawah ini:

  1. Bangun brand sebagai travel agent yang terpercaya
    Kepercayaan adalah faktor utama mengapa calon pelanggan memilih untuk menggunakan jasa Anda, dibandingkan jasa perusahaan lain. Karena itu, setiap konten yang Anda unggah di media sosial harus mencerminkan bahwa Anda layak dipercaya. Detail kontak yang lengkap dan jelas, profil Anda sebagai yang menjalankan usaha, plus jika ada izin usaha, bisa Anda tampilkan juga di profil untuk membangun kepercayaan.

  2. Tawarkan promo pada saat yang tepat
    Media sosial bisa menjadi medium yang tepat untuk berpromosi, selama Anda meluncurkannya pada saat yang tepat. Anda bisa meluncurkan kampanye untuk promo last minute, sewa mobil dengan harga negotiable, voucher hotel dengan harga promosi, misalnya. Namun Anda harus hati-hati, jangan sampai orang bosan melihat akun Anda yang isinya hanya promosi dan promosi melulu. Ibarat orang suka nasi goreng, kalau tiap hari dijejali nasi goreng melulu pasti suatu hari akan menolak.

  3. Tunjukkan expertise sebagai travel agent
    Ini berhubungan erat dengan poin nomor satu di atas yaitu membangun kepercayaan. Salah satu faktor mengapa orang percaya pada Anda, selain profil yang jelas dan izin usaha, adalah faktor expertise atau keahlian. Anda harus menunjukkan bahwa Anda seorang travel agent yang expert atau ahli, menguasai destinasi yang Anda tawarkan, dan tahu banyak tentang dunia pariwisata secara general. Buatlah konten yang menunjukkan expertise Anda, misalnya dengan membuat konten berisi tips traveling, atau membahas satu destinasi secara tuntas dengan konten yang menyegarkan.

  4. Kontes
    Anda bisa menyelenggarakan kontes dengan hadiah menarik. Selenggarakan kontes sehingga orang tertarik untuk terhubung dengan brand Anda, dan memperkaya database Anda. Di kemudian hari, luncurkan promosi dengan target mereka yang telah masuk dalam database Anda. Singkat cerita, Anda bisa membuat kontes di media sosial untuk mendapatkan lead bisnis, tidak hanya sekedar menambah atau memperbanyak follower.

Rekomendasi media sosial untuk bisnis

Anda pastinya sudah paham media sosial apa saja yang eksis sekarang ini. Kenali karakter setiap media sosial agar Anda bisa menggunakan media sosial untuk bisnis travel agent Anda secara efektif.

  1. Facebook
    Lebih dari 1,69 milyar pengguna Facebook di seluruh dunia adalah pasar yang sayang untuk Anda abaikan. Dari jumlah yang fantastis tersebut, pengguna Facebook dari Indonesia melebihi 130 juta. Anda bisa menggunakan Facebook untuk membangun brand Anda. Buat page atau laman untuk travel agent Anda, dan posting secara teratur. Tidak perlu membanjiri newsfeed dengan belasan status setiap hari. Anda hanya cukup 1-2 kali mengupdate page Anda dengan konten yang bermutu.

    Selain menggunakan laman Facebook untuk pemasaran secara organik, sangat disarankan untuk mulai beriklan di Facebook. Anda bisa mulai dengan budget yang rendah dan mulai mempelajari audiens Anda untuk membuat iklan yang tepat sasaran dan hemat biaya.

  2. Instagram
    Instagram bersifat visual. Konten yang dimuat ke Instagram semua terlihat indah. Jika Anda ingin menggunakan Instagram, Anda harus siap dengan konten-konten yang kuat. Konten ini bisa berupa foto, video, maupun desain grafis. Unggah foto-foto perjalanan yang pernah Anda lakukan. Namun Anda harus ingat, jika Anda mengunggah foto pelanggan, harus seijin mereka ya! Jangan asal upload tanpa izin yang bersangkutan karena Anda harus menghargai privasi setiap orang termasuk pelanggan Anda.

    Sama seperti Facebook, Anda disarankan menggunakan iklan di Instagram. Selain Instagram Ads, Anda juga bisa bekerja sama dengan selebgram atau influencer untuk mempromosikan produk Anda seperti paket wisata.

  3. Twitter
    Berbeda dengan Instagram yang totally visual, Twitter lebih mengutamakan untaian kata-kata. Twitter merupakan platform yang pas jika Anda ingin membangun brand. Buatlah cuitan yang mencerminkan expertise Anda. Ikuti percakapan jika ada trending topic yang pas dengan pengetahuan Anda. Bangun komunitas. Perlu diingat, Twitter bukan platform yang pas untuk berjualan produk alias hard selling. Jadi, utamakan membangun jejaring di Twitter, lalu pada saat yang tepat, tarik mereka untuk mengunjungi blog atau akun Instagram Anda.

  4. LinkedIn
    Jika target market Anda adalah corporate atau pebisnis, LinkedIn adalah media sosial yang tepat untuk usaha travel agent Anda. Bangun brand dan tunjukkan expertise Anda. Klien akan berdatangan pada saat yang tepat tanpa Anda harus mempromosikan produk Anda secara terang-terangan.

  5. Pinterest
    Meski banyak yang meremehkan Pinterest, ternyata Pinterest cukup potensial untuk mendatangkan traffic ke website Anda. Pinterest bisa menjadi showcase atau album untuk menunjukkan koleksi produk atau jasa yang Anda tawarkan.

    Anda bisa kunjungi akun Pinterest Lisa Sheldon, yang tampak terorganisir dan menunjang citra travel consultant dia sebagai luxury travel consultant yang profesional dan kredibel.

  6. YouTube
    YouTube masih digdaya sebagai media sosial yang efektif untuk pemasaran, apalagi untuk bisnis travel. Hanya saja, Anda harus punya resources untuk memproduksi video yang layak tayang. Jika Anda tidak siap untuk memproduksi video, lebih baik abaikan saja YouTube dan fokus pada platform media sosial yang lain.

  7. TikTok
    Media sosial yang belakangan booming tidak hanya di Indonesia namun hampir di seluruh belahan dunia, tak lain tak bukan adalah TikTok. Tahun ini, sudah lebih dari 1.5 milyar download TikTok di App Store dan Google Play Store, dan lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap bulannya. Tentu saja, jumlah pengguna yang sedemikian besar pada akhirnya menarik minat para marketeers untuk menggunakan media sosial ini demi kepentingan bisnis.

Tips menggunakan media sosial untuk bisnis

  1. Pilih medan peperangan Anda dengan cermat
    Pertimbangkan sumber daya Anda dalam me-manage akun media sosial, dan pilih medan peperangan Anda dengan cermat. Pertimbangkan pasar yang hendak Anda garap. Kenali audiens media sosial yang terhubung dengan akun Anda. Seandainya target market Anda adalah anak muda, maka tidak perlu Anda bersusah payah me-manage akun LinkedIn Anda. Sebaliknya, jika target market Anda adalah anak muda, maka Instagram adalah keharusan.

    Ketujuh platform media sosial yang tersebut di atas tidak wajib Anda miliki semuanya. Sekali lagi, pertimbangkan sumber daya dan kemampuan finansial Anda. Lebih baik fokus pada 1-2 platform namun maksimal dalam menggarapnya, daripada terpecah perhatian ke banyak platform.

  2. Tidak perlu takut mendapat review yang jelek
    Salah satu ketakutan yang menghantui akun media sosial adalah review yang jelek. Namun, Anda tidak perlu takut. Selama Anda menjalankan bisnis Anda dengan sehat, jujur dan tepat janji, Anda tidak perlu takut brand Anda tercemar di media sosial. Malah, pecut diri Anda untuk mendapatkan review terbaik dari para pelanggan. Layani mereka sebaik-baiknya, dan ingatkan mereka untuk meninggalkan review di situs seperti TripAdvisor, Google review, Facebook dan lain-lain.

  3. Gunakan alat bantu untuk mempermudah kerja
    Jaman sekarang, banyak tersedia tools mulai dari yang gratis sampai berbayar. Anda bisa bekerja dengan efektif dan tidak menghabiskan banyak waktu. Misalnya, gunakan Google Calendar atau Google Sheets untuk menjadwalkan konten Anda. Tidak bisa desain? Ada Canva yang mudah digunakan. Tersedia juga banyak template Power Point yang bisa Anda gunakan untuk memproduksi konten di Instagram. Banyak lagi alat bantu lainnya yang bisa Anda gunakan untuk membantu kerja Anda.

  4. Jangan selalu berjualan, melainkan utamakan semangat berbagi
    Inti dari eksistensi kita di media sosial adalah berbagi. Seandainya pun akun kita ada sebagai perwakilan usaha kita, jangan lupakan spirit berbagi tersebut. Karena itu, jangan terlalu hard selling alias jualan gaya keras alias tembak langsung. Ibaratnya baru kenal sehari, sudah ditodong untuk join MLM. Kenalan dulu dong, ketahui karakter audiens, bagikan informasi yang berguna bagi mereka. Baik tentang dunia pariwisata pada umumnya, maupun informasi tentang destinasi dan aktivitas wisata yang Anda kuasai.

  5. Selalu belajar dan terus belajar
    Kemajuan teknologi dalam dunia digital berkembang tiada henti. Algoritma yang digunakan oleh Facebook dan Instagram, misalnya, selalu diperbarui. Jurus marketing yang Anda gunakan bulan lalu, bisa jadi tidak lagi efektif hari ini. Karena itu selalu bekali diri dengan pengetahuan dan selalu perbarui pengetahuan Anda.

    Jaman sekarang, banyak sumber yang bisa Anda gunakan untuk memperkaya pengetahuan termasuk untuk digital marketing. Baik yang gratis, hingga yang berbayar. Salah satu kelas yang saya rekomendasikan adalah Kelas Instagram Organik dari Niko Julius. Anda tidak hanya disuguhi materi berupa video, namun juga bisa bergabung dengan komunitas, berbagi pengalaman maupun juga minta pencerahan jika Anda menemui kesulitan.

  6. Always-on approach
    Apa maksudnya “always-on approach” ini? Makna singkatnya, selalu hadir di setiap momen. Mulai dari saat calon pelanggan merencanakan perjalanan mereka, saat mereka memilih jasa Anda, saat dalam perjalanan, hingga sampai saat perjalanan usai. Setelah perjalanan usai, Anda tetap harus hadir untuk membangun loyalty alias kesetiaan pelanggan. Dengan kata lain, Anda harus selalu ada di setiap momen agar pelanggan maupun calon pelanggan menyadari selalu kehadiran Anda, dan akhirnya memilih untuk selalu menggunakan jasa Anda.

Anda bisa memulai pemasaran di media sosial dengan membuat akun secara gratis. Sesuai dengan budget yang Anda miliki, kemudian Anda bisa mulai menggunakan iklan atau bekerja sama dengan influencers.

Utamakan konten yang bermutu dan original. Andai Anda harus me-repost foto hasil karya orang lain, jangan lupa untuk cantumkan kredit, dan pastikan bahwa Anda memiliki ijin untuk repost.

Jangan gunakan cara pintas seperti membeli follower. Karena itu tidak ada gunanya. Jumlah follower tidak selalu berarti baik.

Follower puluhan ribu tidak ada gunanya jika tidak ada interaksi dengan akun Anda. Bila Anda mendapati akun Instagram dengan follower ratusan ribu, namun setiap post hanya mendapat puluhan love, Anda patut curiga apakah follower mereka adalah manusia beneran atau sekadar bots.

Pun, algoritma media sosial semakin lama semakin canggih. Akun yang dicurigai sebagai bots atau robot, kemungkinan besar akan dibabat habis pada waktunya. Rugi jadinya kalau Anda beli follower jadi-jadian seperti ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulai buat akun media sosial di platform yang sesuai dengan target market Anda. Update secara regular dengan konten original. Niscaya calon pelanggan akan mulai mengerubuti akun Anda, dan tugas Anda selanjutnya adalah mengkonversikan mereka menjadi pelanggan setia.

Dan sebagai penutup: selain akun media sosial, Anda juga sebaiknya punya website, tentunya dengan model website yang cocok bagi usaha travel agent Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *