Masihkah Usaha Travel Agent Relevan di Tahun 2020?

Peluang usaha travel agent tahun 2020

Saat saya memulai karir di dunia pariwisata di tahun 2000 di sebuah wholesaler travel agent, hidup masih terbilang sederhana dibanding sekarang. Perusahaan kami masih menggunakan fax untuk mengirim formulir pemesanan ke hotel. Tidak semua hotel – saat itu – menerima reservasi lewat email. Jadilah, kami akrab dengan fax dan telepon.

Seiring perkembangan teknologi, dan sebanding dengan semakin cepat dan murahnya koneksi internet, email mulai jamak digunakan.

Lambat laun, email pun menyisih, karena hampir semua proses dikerjakan by system. Automated. Tidak perlu lagi bolak-balik telepon, atau mengirim email. Agent bisa melakukan pemesanan lewat website perusahaan kami, dan langsung diterima oleh hotel.

Bisa langsung confirmed pula. Istilah kerennya, based on instant confirmation. Nggak lagi on request seperti jaman baheula.

Mendekati tahun 2010, kalau saya tidak salah ingat, muncul yang namanya OTA (Online Travel Agent). Yang populer banget saat itu adalah Agoda dan Asiarooms (almarhum).

OTA merupakan ancaman besar bagi para travel agent tradisional – atau konvensional.

Tamu yang biasanya menggunakan jasa travel agent untuk memesan hotel dan tiket pesawat, kini nggak perlu repot-repot lagi. Mereka bisa langsung pesan, bayar, terima konfirmasi di OTA yang semakin menjamur jumlahnya.

Terkadang malah, harga yang ditawarkan oleh OTA (sebut saja sebagai harga online), lebih murah daripada harga offline yang ditawarkan travel agent.

Dengan kondisi seperti itu, muncul pertanyaan: masihkah travel agent relevan di tahun 2020 ini?

Jawabannya: masih, meski tidak bisa disamakan dengan awal tahun 2000 di mana teknologi masih sederhana dan OTA belum menjadi ancaman.

Setiap sistem pasti punya kelemahan disamping kelebihan.

Kelemahan utama dari OTA adalah kurangnya personalisasi. Pelanggan harus mencari sendiri hotel yang mereka inginkan. Bisa berjam-jam bahkan berhari-hari mereka berselancar dari satu OTA ke OTA lain untuk mencari hotel yang cocok.

Berbeda dengan travel agent. Pelanggan cukup kirim email, atau chat lewat WhatsApp, atau langsung datang ke kantor travel agent. Staf travel agent yang akan bersusah payah mencarikan hotel sesuai keinginan pelanggan.

Personalisasi layanan, atau personalized service, bisa menjadi jurus andalan Anda jika ingin membuka usaha travel agent di tahun 2020 ini.

Layani setiap pelanggan secara personal. Penuhi setiap keinginan mereka – selama Anda mampu. Tampung komplen dan uneg-uneg mereka.

Pendampingan pelanggan wajib Anda prioritaskan sejak awal mereka menghubungi Anda, melakukan pemesanan dan pembayaran, melakukan perjalanan, hingga kembali ke rumah setelah perjalanan usai.

Karena itulah senjata pamungkas Anda, yang tidak bisa didapatkan dari OTA.

Customer supports OTA terkenal buruk. Terlebih di masa pandemi. Berbeda dengan travel agent konvensional yang masih melayani pembatalan dan komplen pelanggan dengan sepenuh hati, OTA seakan-akan abai akan kebutuhan ini.

Alasannya sih, karena load kerja mereka membludak. Gimana enggak, pembatalan perjalanan bertubi-tubi masuk. Sementara, seraksasa apapun OTA tersebut, mereka hanyalah perantara, sama seperti travel agent konvensional.

Terlepas dari masa pandemi COVID-19, Anda perlu tahu, banyak “jebakan batman” saat pelanggan melakukan online booking di OTA. Apa itu? Selengkapnya akan saya bahas di artikel mendatang.

Kembali pada pertanyaan: apakah travel agent masih relevan di tahun 2020?

Melakukan perjalanan, baik untuk kebutuhan bisnis maupun bersenang-senang, adalah kebutuhan manusia modern.

Kita lihat, ketika lockdown di Wuhan dibuka, penduduk di sana langsung menyerbu kereta api dan pesawat. Bosan dengan karantina membuat mereka segera melakukan perjalanan untuk menyegarkan pikiran.

Karena itu, saya bisa katakan, menjadi travel agent masih relevan di tahun 2020 ini. Hanya saja, Anda harus memiliki strategi dalam menjalankan usaha Anda.

Seperti saya katakan dalam pengantar blog ini membuka usaha travel agent tidak semudah promosi para penjual tiket seminar, namun tidak berarti tidak ada peluang sama sekali.

Jadi, pantau terus blog ini untuk mendapatkan informasi seputar strategi bisnis travel agent, maupun informasi terbaru seputar pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *