Istilah Teknologi dalam Pariwisata Terkini

Kemajuan teknologi semakin lama semakin pesat, dan terjangkau. Coba ingat-ingat, tahun 90an, berapa banyak orang yang punya mobile phone alias hape? Sekarang, hampir semua orang, tidak peduli tua atau muda, susah melepaskan hape dari genggaman. Nah, Anda harus selalu mengupdate diri agar tidak tergagap-gagap menghadapi teknologi. Jangan sampai jadi gaptek! Salah satunya, pelajari istilah teknologi dalam pariwisata yang sering digunakan.

Tahun 2001 saat saya baru mulai bekerja di salah satu wholesaler travel agent ternama, kami masih menggunakan fax untuk mengirim reservasi dan voucher ke hotel-hotel. Email hanya digunakan untuk keperluan internal.

Sekitar tahun 2007, kami sudah jarang menggunakan fax. Semua korespondensi dengan hotel menggunakan email.

Lalu perusahaan kami mulai menggunakan booking engine, yang memungkinkan instant confirmation. Tidak perlu lagi menghubungi hotel untuk menanyakan apakah booking bisa konfirm atau tidak.

Cerita di atas hanya sekilas menggambarkan kemajuan teknologi yang saya alami selama bekerja di travel agent. (Senior saya jauh lebih beragam lagi, mereka bahkan pernah menggunakan telex – saya sih tidak punya pengalaman tentang telex dan tidak tahu pasti cara menggunakannya).

Ada baiknya Anda selaku travel agent, mengikuti perkembangan teknologi meskipun belum tentu menggunakannya. Paling tidak, itu membuat Anda tidak plonga-plongo saat diajak ngobrol tentang teknologi yang lazim digunakan di dunia pariwisata saat ini.

data 4165393 1280
Big data adalah satu istilah teknologi dalam pariwisata, dan juga industri lainnya

Istilah teknologi dalam pariwisata yang sering digunakan

Simak daftar istilah di bawah ini ya!

Affiliate: Adalah program yang memungkinkan Anda mendapatkan komisi jika berhasil menjual produk vendor yang Anda ikuti. Banyak OTA (Online Travel Agent) yang meluncurkan program affiliate atau afiliasi. Misalnya Booking.com. Jika Anda mendaftar program affiliate Booking.com, Anda akan mendapatkan affiliate id bersama tautan yang selanjutnya bisa Anda pasang di website, sosial media, atau rekomendasi ke teman lewat WhatsApp. Jika ada yang membeli hotel di Booking.com melalui tautan yang ada affiliate id Anda, Anda berhak mendapatkan komisi.

API: Ini singkatan dari Application Program Interface. API memungkinkan berbagai software terhubung, meskipun mereka berasal dari perusahaan yang berbeda. Sebagai contoh, Traveloka menggunakan API untuk terhubung dengan sistem Garuda Airlines. API memungkinkan Traveloka mendapatkan informasi harga dan ketersediaan kursi dari Garuda Airlines secara real-time.

Automated emails: Sekarang makin banyak perusahaan yang menggunakan automated emails alias email yang otomatis terkirim dari sistem. Email ini macam-macam, bisa untuk konfirmasi booking, tagihan pembayaran, informasi promo, dan lain-lain.

Big data: Big data adalah data yang diperoleh dari jejak digital seseorang. Jejak digital ini bisa diperoleh dari berbagai sumber seperti status media sosial, aplikasi bisnis, chatbot, dan lain-lain. Big data didapat secara real-time sehingga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan. Dengan adanya big data, para pelaku industri pariwisata bisa memperoleh data mengenai perilaku wisatawan seperti pergerakan wisatawan, preferensi, keputusan pembelian, aktivitas dan lain-lain.

Channel manager: Adalah sebuah software atau aplikasi yang memungkinkan satu supplier/vendor membagikan informasi secara simultan ke banyak partner. Salah satu channel manager yang terkenal seperti RateGain dan STAAH, yang memungkinkan hotel cukup sekali mengupdate harga dan ketersediaan kamar di platform mereka. Selanjutnya, harga dan ketersediaan kamar hotel tersebut akan tersebar ke banyak partner baik itu wholesaler travel agent maupun OTA. Hotel senang, karena tidak perlu mengupdate informasi ke partner mereka satu demi satu.

Chatbot: Chatbot adalah aplikasi yang dipasang ke sebuah website untuk menawarkan asistensi secara otomatis ke pengunjung website. Tidak lagi diperlukan tenaga untuk customer support. Semua dikerjakan oleh robot yang memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Conversion rate: Dalam dunia digital marketing, conversion rate adalah perbandingan total pengunjung website Anda versus total yang jadi membeli/memesan produk Anda. Misalnya: pengunjung website Anda ada 100 orang, dan 10 orang memesan paket tour. Bisa dikatakan conversion rate website Anda adalah 10%.

Fare aggregator: Adalah sebuah platform yang memungkinkan User melihat dan membandingkan berbagai produk dari berbagai supplier secara bersamaan. Yang tersohor misalnya Trivago.

GDS: GDS adalah singkatan dari Global Distribution System, yaitu sebuah sistem jaringan yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan sebagai perantara, yang memungkinkan terjadi transaksi langsung antara provider dengan client. Provider di sini misalnya hotel dan airlines, dan client adalah travel agent. Contoh GDS seperti Amadeus dan Sabre.

Integration: Istilah untuk menyatukan/mengintegrasikan beberapa sistem digital atau software di satu platform atau menjadi satu fungsi. Misalnya: integration website Anda dengan STAAH Channel Manager.

IoT (Internet of Things): IoT adalah segala teknologi yang terkoneksi dengan internet, yang dirangkum sebagai DNA (device, network, application). IoT memungkinkan pengguna melakukan sesuatu tanpa perlu berada di tempat, misalnya memadamkan lampu di rumah padahal pengguna sedang di kantor. Bisa juga device diprogram untuk melakukan serangkaian tugas secara otomatis.

Payment gateway: Sebuah layanan merchant yang memungkinkan operator memroses pembayaran menggunakan kartu kredit atau metode pembayaran lainnya, dan dana hasil transaksi langsung dikirim ke sebuah rekening bank. Payment gateway yang terkenal di Indonesia adalah DOKU, Midtrans, Xendit, Reddot.

QR code: Sebuah kode yang bisa dibaca mesin, yang terdiri dari susunan kotak hitam dan putih yang sebenarnya menyimpan informasi tersendiri yang bisa dibaca oleh kamera di smartphone. Di Indonesia kini sudah lazim penggunaan QR code di warung-warung dengan menggunakan Gopay atau OVO. Penggunaan QR code tidak hanya terbatas pada pembayaran, namun juga bisa menjadi alat marketing yang ampuh.

Real-time booking: Sesuai cerita saya di awal tulisan ini, kini booking sudah bersifat real-time dengan instant confirmation. Anda tidak perlu lagi menunggu konfirmasi dari hotel atau airlines, karena sudah ada booking engine yang melayani real-time booking.

Sebenarnya, masih banyak lagi istilah teknologi dalam pariwisata yang bisa kita bahas. Semoga deretan istilah di atas berguna bagi Anda, dan pastikan Anda berlangganan BisnisTravelAgent.com untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia pariwisata.

Apakah ada istilah teknologi dalam pariwisata yang pernah Anda dengar, atau ingin Anda cari tahu artinya? Tinggalkan jejak di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *