7 Cara Travel Agent Bersaing dengan OTA (Online Travel Agent)

Keresahan terbesar bagi para travel agent adalah kehadiran OTA (Online Travel Agent). Cukup banyak travel agent yang terancam gulung tikar karena volume penjualan menyusut sejak OTA menggempur pasar pariwisata Indonesia. Nah, bagaimana cara travel agent bersaing dengan OTA? Dan bagaimana strategi travel agent konvensional agar bisa tetap eksis di pasar?

Menurut pengamatan penulis, ada tiga sikap menghadapi pasar pariwisata Indonesia saat ini, khususnya mengenai travel agent konvensional vs OTA:

  1. Sikap pasrah
    Memang begitulah adanya, pasar silih berganti, segala sesuatu ada waktu dan musimnya. Mereka yang tidak kuat akan tersingkir. Jadi, terima nasib saja!
  2. Sikap optimis
    Meskipun OTA memiliki market share terbesar saat ini, namun masih ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh travel agent untuk eksis. Tetap optimis!
  3. Sikap cerdik
    Bersaing dengan OTA? Mengapa harus bersaing? Tidak usah bersaing. Ibaratnya OTA bermain di segmen market yang ini, travel agent konvensional bisa bermain di segmen yang lain. Jadi, nggak ada persaingan, toh?

Kalau Anda kebetulan bersikap pasrah pada situasi persaingan saat ini, saya sarankan berhenti membaca tulisan ini.

Percuma, akan buang-buang waktu saja.

Namun jika Anda masih memiliki semangat juang dan memiliki sikap no 2 & 3, yuk, kita bedah sama-sama bagaimana cara travel agent bersaing dengan OTA!

Anggap saja OTA adalah saingan kita.

Untuk memenangkan pertarungan, atau paling tidak mencegah diri kita menjadi korban, kita harus mengenali karakter lawan.

Petakan kekuatan dan kelemahan lawan, dalam hal ini: OTA. Setelah itu, rumuskan tentang cara bersaing travel agent dengan OTA.

Apa saja kekuatan OTA sehingga OTA menjadi momok bagi para travel agent konvensional?

  1. Produk dan inventori yang lengkap
    Kalau kita buka situs OTA, seperti Traveloka, kita bisa lihat semua produk ada di sana. One stop shopping jadinya. Pelanggan tidak perlu lagi membuka-buka situs lain. Pun situs yang spesial untuk hotel seperti Booking.com, menyediakan inventori yang sangat lengkap. Ribuan hotel untuk satu destinasi, bayangkan.
  2. Kemudahan pemesanan
    Dengan kekuatan dewa online, pelanggan dimudahkan dalam mencari produk dan memesan. Pesanan langsung confirmed tanpa perlu menunggu. Biasanya hanya butuh 5 klik untuk menyelesaikan pemesanan. Mulai dari homepage, lalu ke halaman search result, pilih hotel yang diingini,
  3. Kemudahan pembayaran
    OTA menawarkan banyak pilihan untuk melakukan pembayaran. Lewat ATM, e-banking, kartu kredit, bahkan lewat outlet seperti Alfamart. Selain itu, banyak pula yang menawarkan pembayaran di tempat, jadi tamu bisa pesan dan bayar saat check-in.
  4. Promosi gila-gilaan
    Sudah bukan rahasia lagi, promosi yang dilakukan oleh OTA bikin geleng kepala. Sering kali, OTA sendiri yang menanggung beban promosi. Istilahnya, kasih subsidi. Hampir semua OTA terutama yang baru launching, tidak berorientasi pada profit. Mereka hanya menyasar pada jumlah pengguna. Subsidi dikeluarkan sebagai biaya marketing agar bisa mengakuisisi pengguna sebanyak-banyaknya, rugi pun tak mengapa.

Keempat hal di atas adalah kelebihan utama yang bisa ditemukan hampir di semua OTA.

Setelah memahami kelebihan dan keunggulan OTA, kita lihat kelemahan mereka. Ingat, tidak ada yang sempurna di muka bumi ini, jadi sebesar-besarnya OTA pun pasti punya kelemahan.

Kelemahan utama OTA:

  1. Servis tidak personalized
    Artinya kurang bersifat pribadi. Pelanggan dilayani tanpa sentuhan khusus, berbeda dengan travel agent konvensional yang berhubungan langsung dengan pelanggan. OTA sepenuhnya bergantung pada sistem, yang membuat mereka seperti robot. Orientasi mereka adalah keuntungan perusahaan, bukan kepuasan pelanggan (meski mereka pasti mengklaim sebaliknya). Contohnya, jika Anda mencari hotel di OTA, yang Anda lihat di halaman pertama apakah hotel-hotel yang sesuai dengan keperluan Anda? Belum tentu. Lebih seringnya, yang ada di halaman pertama adalah hotel-hotel yang berani membayar biaya advertising pada OTA. Jadi, cocok bagi Anda atau tidak, mereka akan nangkring di halaman pertama.
  2. Kurang menganggap serius komplen pelanggan
    Bukan berarti semua OTA seperti ini ya, tapi rata-rata OTA – karena berorientasi pada keuntungan perusahaan – cenderung menganggap remeh layanan pelanggan. Beberapa OTA besar menyerahkan customer support pada sistem dan bot. Akibatnya? Email yang diterima pelanggan adalah email template. Hal yang sudah dijabarkan pelanggan, kembali ditanyakan dan ditanyakan. Dan karena semua sudah diatur di sistem, semua terasa kaku dan tidak flexible. Saat terjadi pandemi yang di luar dugaan dan menyebabkan terjadi pembatalan 4 x lipat karena coronavirus, sistem langganan pelanggan OTA jebol.
  3. Menyasar pengguna yang internet savvy
    Jelas, karena semua dilakukan secara online, OTA menyasar pengguna yang internet savvy. Tidak gaptek. Kenyataannya, tidak semua orang betah berlama-lama di internet. Apalagi menentukan pilihan hotel yang pas, dari sekian ribu alternatif hotel yang tersedia.
  4. Nyaris tidak ada loyalty
    Karena hubungan interpersonal antara pelanggan dan OTA terbentuk secara virtual, bisa dimaklumi jika tidak ada ikatan batin yang membentuk loyalty atau kesetiaan pelanggan. Terlebih, apa yang disajikan di satu OTA, hampir pasti sama dengan yang ada di OTA lain. Dengan mudah, pelanggan bisa berpindah ke lain OTA hanya karena iming-iming diskon lebih besar.

Bagaimana Anda selaku travel agent konvensional bisa memanfaatkan keunggulan dan kelemahan OTA seperti terpapar di atas?

Cara travel agent bersaing dengan OTA dan tetap eksis di pasar

  1. Jangan bersaing langsung dengan OTA
    Kembali ke paragraf di awal tulisan tentang sikap netral: jangan bersaing dengan OTA. Tepatnya, jangan bersaing langsung. Misalnya menyasar target market yang sama. Cari dan ciptakan pangsa pasar Anda sendiri. Bangun keterlibatan emosi, sehingga mereka menjadi pelanggan yang loyal.
  2. Fokus pada niche tourism
    Memfokuskan product Anda pada niche tertentu akan membuat travel agent Anda lebih mudah mendapat perhatian, dan diingat. Misalnya: www.wowclub.com mengkhususkan layanan mereka pada women traveller atau pelancong perempuan.
  3. Tidak usah bersaing secara teknologi
    Anda tidak akan mampu bersaing secara teknologi, biar OTA saja. Tahukah Anda berapa dana yang dibutuhkan untuk membuat situs online travel agent? Versi sederhana: 300-400 juta rupiah. Itu belum termasuk biaya yang harus Anda siapkan untuk server dan sebagainya. Yang perlu Anda siapkan hanyalah website sederhana yang memuat katalog produk Anda, dilengkapi dengan layanan pelanggan yang handal. Plus, menyediakan berbagai opsi metode pembayaran dengan bekerja sama dengan payment gateway seperti DOKU, misalnya.
  4. Pelayanan yang cepat
    Jangan biarkan pelanggan menunggu lama. Balas setiap email yang masuk. Reply chat WhatsApp sesegera mungkin. OTA bisa diakses 24 jam, demikian juga sebaiknya Anda.
  5. Menjadi retailer dari wholesaler travel agent
    Untuk memperluas khazanah product Anda, bergabunglah dengan wholesaler travel agent. Menjadi sub-agent mereka memampukan Anda untuk berjualan ribuan hotel sekaligus.
  6. Kualitas pelayanan melampaui harga
    Memanfaatkan kelemahan OTA yang kurang personalized, Anda harus menyediakan pelayanan yang prima. Namun, Anda harus ingat, meskipun pelanggan adalah raja, tidak berarti Anda menjadi budaknya. Tetap profesional. Penuhi segala kebutuhan pelanggan, bahkan sebelum mereka meminta.
  7. Perkencang promosi lewat media sosial
    Mengapa lewat media sosial? Karena bisa dilakukan dengan gratis. Kalaupun mau pakai iklan, bisa dilakukan sesuai dengan budget yang Anda punyai. Jaman sekarang, transaksi online lewat media sosial sudah jamak. Yang penting, Anda cepat respon dan tanggap akan permintaan calon pelanggan.

Tujuh langkah di atas bisa Anda lakukan untuk membuat travel agent Anda tetap eksis di pasar.

Kunci lainnya adalah tetap menjaga semangat, perluas jejaring atau networking, karena Anda tidak akan tahu, bookingan bisa datang dari mana saja.

Apakah Anda punya ide atau pendapat lain tentang persaingan online travel agent vs travel agent konvensional? Sila tinggalkan jejak di kolom komentar, dan jangan lupa untuk selalu berkunjung ke BisnisTravelAgent.com ya!

1 thought on “7 Cara Travel Agent Bersaing dengan OTA (Online Travel Agent)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *