Cara Memulai Bisnis Travel Untuk Pemula

Anda sedang mencari cara memulai bisnis travel agent namun belum juga mendapat pencerahan tentang langkah-langkah yang perlu Anda ambil? Anda mendarat di halaman yang tepat! Di tulisan kali ini, saya akan membahas apa saja yang Anda perlukan untuk membuat mimpi Anda membuka travel agent menjadi kenyataan.

Perlu Anda ingat, tidak ada yang mudah di dunia ini termasuk dalam membuka usaha, apapun itu. Jadi, jangan mudah tergiur dengan berbagai macam seminar yang menjanjikan keuntungan ratusan juta dengan modal ratusan ribu saja.

Bukan berarti tidak mungkin, namun saya ingatkan saja, tidak ada yang mudah. Anda harus siap bekerja keras untuk membangun bisnis travel agent Anda dari nol.

Sudah siap mental? Yuk, kita simak apa saja langkah-langkah untuk memulai bisnis travel agent Anda!

Cara memulai bisnis travel agent
Cara memulai bisnis travel agent, bisa dimulai dari rumah

Cara memulai bisnis travel agent dengan 7 langkah

  1. Tentukan produk yang akan dijual
    Yang pertama kali perlu Anda tentukan adalah: produk dan destinasi yang akan Anda tawarkan pada konsumen. Ada bermacam produk yang tersedia: tiket pesawat terbang, tiket kereta api, tiket bus, rental mobil, voucher hotel, paket tour, pengurusan visa/paspor dan yang lainnya.

    Anda lebih baik fokus pada 1 produk, misalnya paket tour. Meskipun, jika ternyata konsumen Anda ingin menyewa mobil, Anda juga sudah harus siap. Namun fokus pada 1 produk akan membuat energi Anda terpusat pada 1 hal dan itu lebih baik daripada menyebarkan energi ke bermacam-macam hal.

  2. Tentukan destinasi utama Anda
    Seperti produk wisata di atas, Anda juga perlu menetapkan destinasi utama Anda. Misalnya: Bali, Banyuwangi, Labuan Bajo, dan banyak lagi destinasi yang bisa Anda garap. Misalnya, Java Travel Deals yang berfokus pada destinasi Banyuwangi dan sekitarnya. Atau mau jual paket tour ke luar negeri? Bisa saja.

    Dengan menetapkan destinasi utama Anda, brand Anda akan lebih mudah diingat oleh pelanggan sebagai expert atau sang ahli soal destinasi tersebut.

  3. Tentukan market Anda
    Saatnya menentukan market atau pasar yang ingin Anda tuju. Mengapa menentukan market ini penting? Agar usaha pemasaran Anda nanti lebih terarah dan tepat sasaran. Juga, produk yang Anda siapkan akan sesuai dengan karakter market Anda.

    Nggak lucu ‘kan, kalau Anda mentarget kaum pensiunan, tapi menyediakan produk paket diving, misalnya. Atau mentarget anak muda (milenial bahasa kerennya), tapi konten dan promosi Anda bahasanya kaku nan formal.

  4. Siapkan brand dan logo
    Cari brand atau merek usaha yang mudah diingat dan sesuai dengan karakter produk dan market Anda. Alternatif terakhir: jika Anda merasa nama Anda punya nilai jual, mengapa tidak Anda jadikan brand?

  5. Daftar menjadi sub-agent
    Ini adalah bagian yang terpenting. Sebagai travel agent rumahan, kemungkinan Anda tidak punya sumber daya cukup untuk menyediakan produk. Anda bisa mendaftar sebagai sub-agent ke wholesaler travel agent seperti MGHoliday.com atau Kliknbook.com. Untuk tiket pesawat dan produk lainnya, Anda bisa mendaftar ke Via.com Indonesia atau Voltras.

    Dengan menjadi sub-agent, Anda akan mendapat ratusan bahkan ribuan produk dengan gampang. Anda bisa melakukan markup sebelum menjual ke pelanggan Anda.

  6. Mulai promosikan bisnis travel Anda
    Setelah semuanya siap, saatnya mempromosikan usaha Anda. Cara termudah adalah dengan menggunakan media sosial. Buat akun di Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin dan Pinterest. Upload konten secara teratur, baik yang bersifat hard-selling maupun soft-selling. Bagaimana cara yang efektif untuk menggunakan media sosial untuk keperluan promosi bisnis Anda? Simak terus blog ini!

    Jika Anda merasa punya sumber daya dan waktu cukup, Anda bisa mulai membuat website sederhana. Tujuan website ini lebih sebagai katalog produk Anda dan juga sebagai company profile Anda.

  7. Urus izin usaha
    Saat memulai bisnis travel agent terutama travel agent rumahan, sebenarnya Anda belum perlu mengurus izin usaha selain sebagai UMKM. Apalagi jika Anda tidak berencana membuka outlet atau kantor fisik, melainkan bergerilya di dunia digital untuk menjaring tamu. Ketika usaha Anda mulai berjalan baik, Anda bisa mendaftarkan merek bisnis travel Anda. Kunjungi situs www.dgip.go.id untuk mendaftarkan merek Anda secara online ke situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

    Namun jika Anda sudah memiliki modal, sebaiknya memang usaha travel agent Anda memiliki badan hukum. Anda bisa mendaftar sebagai PT atau CV dengan menggunakan virtual office, jika Anda tidak memiliki kantor fisik. Banyak agen pengurusan izin usaha yang bisa membantu menguruskan semua ini untuk Anda.

Nah, ternyata cukup 7 langkah untuk memulai bisnis travel agent Anda!

Sesuai dengan tagline Nike yang tersohor: Just do it. Tentu, menyusun strategi itu perlu, namun yang lebih diperlukan adalah: eksekusi.

Urutan langkah di atas tidak bersifat mutlak, namun berdasarkan pengalaman yang saya dapat selama nyaris 20 tahun ini.

Jangan sampai Anda stuck dan terbentur pada satu hal, misalnya memikirkan brand usaha sampai berminggu-minggu. Just do it. Perbaikan dan peningkatan mutu bisa dijalankan setelah Anda mulai.

Jangan lupa, perluas networking atau jejaring Anda. Baik dengan sesama travel agent atau dengan wholesaler, juga dengan klien yang sesuai dengan target market Anda.

Masih ada pertanyaan seputar cara memulai bisnis travel? Jangan segan-segan menghubungi kami lewat halaman Kontak ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *