Apa Itu Open Trip?

Serba serbi open trip
Open trip semakin populer dan semakin banyak travel agent menjadi penyedia paket open trip

Dahulu, travel agent hanya mengenal dua macam tour: private dan SIC (Seat In Coach). Tahun-tahun belakangan, muncul satu istilah yaitu open trip. Apa yang dimaksud dengan open trip dan bagaimana jika dibandingkan dengan private tour dan SIC?

Private tour berarti paket wisata yang dirancang khusus untuk Tamu/Group tersebut. Segala fasilitas tour terutama transportasi dan tour guide, hanya boleh dinikmati oleh Tamu/Group yang dimaksud.

Sedangkan SIC menggabungkan beberapa peserta dalam satu paket yang memiliki jadual yang sama, dengan demikian harga bisa lebih rendah daripada private tour. Beberapa peserta ini boleh jadi tidak saling mengenal sebelumnya.

Open trip sendiri lebih menyerupai SIC yaitu bergabung bersama beberapa peserta yang belum tentu saling mengenal, untuk berlibur menikmati paket wisata dengan tujuan yang sama.

Bedanya jika SIC lebih berfokus pada paket tour saja dan akomodasi bisa dirancang oleh peserta sendiri, open trip ini menyangkut semua elemen seperti akomodasi dan tour itinerary.

Pengelola open trip juga sudah menetapkan kota asal, jadi peserta yang menyesuaikan untuk arrange transportasi/penerbangan menuju ke kota asal trip.

Mengapa open trip popular?

Popularitas open trip tinggi terutama di kalangan anak muda – milenial dan Gen Z.

Faktor pertama tentu soal harga. Harga open trip bisa dipastikan jauh lebih murah daripada peserta mengambil paket private tour. Mengapa bisa lebih murah? Karena komponen biaya ditanggung oleh banyak peserta, dibandingkan private tour yang ditanggung 1 atau 2 orang.

Faktor kedua adalah yang saya sebut sebagai seseruan. Lebih seru berjalan bersama teman baru, daripada berjalan sendirian. Banyak pertemanan yang terjadi selama open trip, dan biasanya mereka akan janjian untuk bersama-sama melancong di open trip berikutnya.

Faktor ketiga mengapa open trip banyak diminati adalah kepraktisannya. Sebagai ready-made tour package, alias paket wisata siap pakai, Tamu tidak perlu pusing-pusing lagi merencanakan perjalanan. Mereka hanya perlu booking, bayar, lalu jalan deh. Well, paling nambah sedikit pusing untuk atur perjalanan sampai titik awal trip, namun itupun bisa minta bantuan penyelenggara open trip.

Memulai bisnis open trip

Anda bisa menyasar market pecinta open trip ini dengan menyediakan berbagai paket wisata ke tujuan-tujuan eksotis.

Saat baru mulai, baiknya Anda mengkhususkan ke satu destinasi. Setelah traffic dan peminat mulai muncul, Anda bisa menawarkan destinasi-destinasi lainnya.

Untuk menawarkan open trip di destinasi di luar tempat tinggal Anda, misalnya Anda tinggal di Salatiga dan ingin jualan paket wisata Labuan Bajo, Anda bisa bekerja sama dengan travel agent setempat.

Jangan berorientasi pada profit terlebih dulu. Yang terpenting, posisi travel agent Anda sebagai penyedia open trip sudah kuat di pasaran.

Karena itu, utamakan fast response akan setiap pesan yang masuk. Jangan biarkan calon pelanggan menunggu lama untuk mendapatkan jawaban Anda.

Juga, sebisa mungkin layani setiap permintaan dari calon pelanggan. Mungkin mereka butuh bantuan Anda untuk mengatur perjalanan dari kota asal mereka ke titik awal trip. Mungkin mereka butuh informasi selengkapnya tentang destinasi yang Anda tawarkan.

Di atas semuanya, utamakan kejujuran.

Apabila Anda googling dengan kata kunci “penipuan open trip”, akan terbuka cukup banyak penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pelanggan sudah mentransfer deposit, bahkan sudah melunasi beaya open trip, namun saat hari H tiba, si penyelenggara tidak nampak batang hidungnya.

Jangan sampai hal ini terjadi pada usaha Anda.

Ingat, meskipun pelanggan sudah transfer deposit dan pelunasan, tanggung jawab Anda belum rampung sampai mereka tiba kembali di rumah dengan selamat. Karena itu, jangan seenaknya menggunakan uang hasil pembayaran pelanggan.

Pemasaran open trip

Media sosial khususnya Instagram, menjadi sarana ampuh untuk memasarkan open trip. Untuk itu, Anda harus menyiapkan konten dengan seksama.

Jangan asal comot foto hasil karya orang lain. Minta ijin pada si pemilik hak cipta atau copyright foto tersebut.

Akan lebih mantap jika Anda menggunakan foto hasil karya sendiri. Ada baiknya Anda melakukan perjalanan ke destinasi yang ingin Anda jual. Selain bertemu dengan partner lokal di daerah tersebut, Anda juga bisa memperkaya koleksi foto yang bisa Anda gunakan untuk promosi.

Selain penjualan langsung ke pelanggan, Anda juga bisa menjual paket wisata Anda di berbagai marketplace khusus open trip. Seperti Open Trip ID, Treya, dan banyak lagi marketplace tempat Anda bisa menjual dan memasarkan produk Anda.

*****

Anda bisa belajar dari pasar yang telah terbentuk. Cari di Instagram tentang open trip. Pelajari tren saat ini. Jajaki kemungkinan kerja sama dengan travel agent setempat. Lakukan perjalanan ke destinasi yang Anda minati.

Setelah semuanya siap, Anda bisa memulai usaha travel agent dengan fokus ke open trip.

Dan jangan lupa untuk selalu pantau BisnisTravelAgent.com untuk mendapatkan informasi seputar usaha travel agent, juga informasi berharga seputar pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *